Fungsi Auto Stacktrace

APM
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Auto stack trace telah menjadi salah satu fungsi yang tersedia bagi pemilik perusahaan, karena memberikan pengetahuan yang berarti tentang mengeksekusi transaksi. Sementara stack trace biasanya diasosiasikan dengan exception yang dihasilkan oleh program, ini juga dapat digunakan untuk memahami dan menganalisis transaksi aplikasi serta menunjukkan lokasi bottleneck dalam beberapa situasi.

Auto Stack Trace adalah fungsi praktis yang dapat membantu dalam menganalisis dan men-debug transaksi aplikasi dalam beberapa keadaan seperti ketika tidak ada cukup informasi profil yang tersedia.

Ketika transaksi membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk diselesaikan, maka  akan secara otomatis mulai mengumpulkan snapshot pelacakan tumpukan hingga transaksi selesai. Snapshot tersebut kemudian tersedia dalam detail transaksi di APM Jennifer X-View.

Baca Juga Fitur X-View

Konfigurasi auto StackTrace 

Secara default, APM Jennifer akan mulai mengumpulkan jejak tumpukan transaksi saat transaksi membutuhkan waktu lebih dari 8 detik untuk diselesaikan. Threshold ini dapat dikonfigurasi dan disesuaikan agar sesuai dengan kebutuhan Anda menggunakan item menu Auto Stack Trace di layar manajemen.

Item menu Auto Stack Trace memiliki 3 pengaturan. Mereka dapat digunakan untuk mengkonfigurasi fungsi Auto Stack Trace. Deskripsi pengaturan tersebut adalah sebagai berikut:

1- Critical Time

Ini adalah Threshold yang akan digunakan APM Jennifer untuk mengumpulkan  Auto Stacktrace. Ketika eksekusi transaksi, maka APM Jennifer akan mulai mengumpulkan bekas memuat transaksi secara berkala berdasarkan nilai interval pengumpulan hingga transaksi selesai.

2-Collect Interval

Stacktrace mengumpulkan interval

3-Collect Max Count

Jumlah maksimum  staktrace yang akan dikumpulkan.

Misalnya, jika transaksi membutuhkan waktu 10 detik untuk diselesaikan, maka APM Jennifer akan mengumpulkan 2 stack trace berdasarkan konfigurasi di atas. Pengaturan jumlah maksimum dapat dianggap sebagai perlindungan untuk menghindari terlalu banyak data saat transaksi dan membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan.

Cara Menggunakan Auto Stacktrace

 

Untuk membantu kita memahami fungsi ini, kita akan melihat contoh berikut. Kami memiliki sistem hotel yang terdiri dari 3 aplikasi (3 agen). Aplikasi utama adalah sistem hotel itu sendiri dimana pengguna dapat menelusuri kamar dan layanan hotel.  Aplikasi kedua adalah server pembayaran hotel dan aplikasi terakhir adalah layanan validasi kartu kredit.

Mari kita anggap bahwa ada masalah kinerja dalam sistem yang mengakibatkan antrian layanan. Fenomena antrian layanan dapat diamati dengan jelas di dashboard APM Jennifer. Namun, untuk menganalisis masalah dan menemukan akar penyebab, informasi tambahan akan diperlukan, biasanya kami akan mengandalkan profil transaksi untuk membantu kami menemukan akar penyebab masalah. Sayangnya, dalam kasus ini, fungsi profil dinamis di APM Jennifer pada saat masalah tidak aktif, sehingga informasi profil X-View akan berisi data transaksi yang minimal.

Saat ini fungsi Auto Stack Trace dapat berguna karena APM Jennifer secara otomatis mengumpulkan informasi stack-trace tentang transaksi yang lambat.

Ketika Menganalisis transaksi yang lambat di X-view kita dapat melihat bahwa masalahnya terkait dengan transaksi pemesanan kamar. Namun, karena transaksi pemesanan melewati 3 server (payment and validation), kami masih memerlukan informasi lebih lanjut tentang penyebab utama.

Dengan menyelidiki X-View kami dapat melihat bahwa masalahnya berasal dari server iCheck (validasi kartu kredit), jadi kami mempersempit lokasi masalahnya tetapi kami masih memerlukan informasi lebih lanjut. Seperti dijelaskan sebelumnya, fungsi profil dinamis tidak aktif. Jadi informasi profil di APM jennifer hanya akan menunjukkan kepada kita bahwa masalahnya terletak pada kode aplikasi (Method Segment).

Baca Juga Dynamic profile APM Jennifer

Namun, karena transaksi ini memakan waktu lebih lama dari  8 detik, kami dapat melihat bahwa APM Jennifer telah mengumpulkan 2 cuplikan jejak tumpukan. Ketika kami menganalisis jejak tumpukan tersebut, kami menemukan bahwa aplikasi yang menjalankan utas tersendat  pada metode checkValid.

 

Layar Stack trace memiliki 2 tab, tab Details memungkinkan Anda untuk menganalisis setiap stack trace yang dikumpulkan oleh APM Jennifer satu per satu. Sedangkan tab Summary menampilkan ringkasan eksekusi dari masing-masing metode individual. Informasi ini termasuk nama class dan baris kode, waktu eksekusi metode, jumlah eksekusi metode.